Gak ada yang instan
Hallo, baru sempet lagi buka blog ini dan baru punya ide lagi wkwk.
Sekarang lagi musim hujan kan hati hati untuk pembaca untuk selalu jaga
kesehatan karena sekarang virus mudah sekali menyebar.
Tapi kalo di kalangan
pelajar tuh biasanya ini lagi musim panas. Loh kok?? Iya, panas otaknya karena
tengah menghadapi UAS wkwk. Ngomongin soal ujian ujian nih sayang banget kecurangan masiihhh aja terjadi entah
kenapa sebuah kecurangan itu ibarat debu, yang ditiup langsung ilang tapi
gak lama dari itu muncul lagi. Hmm mungkin karena kini sistem pendidikan di
kita rata-rata ngeliat kemampuan siswa itu dari hasl, dari nilai makannya “mungkin”
siswa-siswa terpaksa untuk melakukan kecurangan karena demi mendapatkan nilai
terbaik. Tapi di sisi lain siswa pun
harusnya sadar kalo emang ingin dapet hasil terbaik ya harus belajar jangan
ingin segala sesuatu yang instan, toh mi instan aja tetep di proses dulu ga
tiba tiba di buka bungkusnya lalu keluarlah semangkok mi yang sudah siap
disantap. Ya kan sobat??
Mungkin manusia memang menilai sesuatu itu dari hasilnya tapi Allah menilai
sesuatu dari prosesnya. Walaupun hasil tidak sesuai yang diharapkan setidaknya
itu jujur hasil buah pikiran kita bukan hasil searching ke mbah google. So, yuk
untuk temen temen yang masih tergoda untuk melakukan tindakan ga bermanfaat
seperti nyontek, curang dll. kita ubah kebiasaan tersebut jadi kebiasaan yang
lebih baik, bersaing dengan sehat.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh
jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui
sedang kamu tidak mengetahui"
(Q.S Al-Baqarah : 216)
Hamasah !!
Subhanallah
BalasHapus